Pages

Kisah MPASI Echo: MPASI Tahun Pertama

Friday, June 29, 2018

Selamat hari Jumat!

The perks of having mid-week holiday is....Jumat terasa dateng lebih cepet! Thus, weekend juga otomatis terasa dateng lebih cepet. Padahal mah sami mawon, sih. Kerjaan juga sama banyaknya. 😞

Hari ini gue mau nulis tentang pengalaman MPASI-nya Echo. Yang dilakukan dan dirancang oleh emak lodoh macem gue. Jadi dari awal, gue harus ngasih warning kalo post MPASI gue ini bukan MPASI ideal ala buibu idola jaman now.

Btw, post ini adalah request dari Raras, temen kuliah gue. Halo kamuuuuu! Yang mana sejujurnya gue heran, kenapa ibu jadi-jadian yang jelas-jelas pemalas ini dia tanyain tentang MPASI yak? Hahaha. Salah berguru kamu, nak!

MPASI, kalo dari kepanjangannya adalah makanan pendamping ASI. Yang mana berarti adalah makanan yang diberikan sebagai pendamping alias pelengkap gizi dari ASI. Bukan sebagai pengganti ASI. Kalau di Indonesia, usia MPASI yang direkomendasikan adalah begitu bayi menginjak usia 6 bulan. Kenapa 6 bulan? Karena sebelum usia 6 bulan, imunitas bayi belum optimal, sehingga dikhawatirkan rentan terjadi reaksi alergi terhadap bahan makanan yang dikonsumsinya.

Tapi, di beberapa negara lain, usia yang direkomendasikan untuk memulai MPASI adalah 4 bulan. Mau 6 bulan atau 4 bulan, yang pasti DSA setempat punya pertimbangan masing-masing ya. Mungkin negara yang menganut paham 4 bulan berpendapat kalau ASI, tanpa sumber nutrisi tambahan lainnya, hanya dapat mencukupi kebutuhan bayi sampai usia 4 bulan. Kalau yang 6 bulan ya sebaliknya. Di Indonesia sendiri menganut paham 6 bulan karena bahan makanan yang ada di Indonesia dinilai baru 'siap' dikonsumsi bayi usia 6 bulan ke atas. CMIIW.

Btw, gue kaya dokter beneran ngga ngemeng kaya gitu? Huahahaha.

Hasil gambar untuk hahahaha gif



Ohya, gue udah pernah cerita belum yaa kalau Echo memulai MPASI di usia 4 bulan 3 minggu, bukan 6 bulan seperti bayi Indonesia pada umumnya. Bukaaan, bukan karena anak gue ada turunan bulenya, tapi karena dari bulan ke-3, kenaikan berat badan Echo kurang signifikan. Para DSA yang gue sambangi menyarankan untuk memberikan MPASI lebih awal. Yaudin, makan deh anak gue di umur yang belum genap 5 bulan.

Enough with the theory, move to the lodoh part.

Dilema pertama gue dalam rangka memulai MPASI adalah: mau ngasi buah-buahan atau beras-berasan dulu. Dari yang gue baca di beberapa literatur, terutama yang dari luar negeri, buah adalah makanan yang direkomendasikan untuk pertama kali dikonsumsi bayi. Sebabnya apa? Yang pertama, proses pengolahan buah itu simpel. Semakin simpel pengolahan makanan, semakin sedikit nutrisinya berkurang. Yang kedua, buah itu kaya akan vitamin C, yang mana sangat diperlukan bayi untuk menyerap mikronutrient seperti zat besi dan konco-konconya. Yang ketiga, tekstur buah itu lembut, cucok meong sebagai makanan pertama bayi.

Sementara, di sisi lain, beras-berasan juga punya beberapa keunggulan dari buah-buahan. Seperti, beras itu hypo-allergenic, sehingga kemungkinan terjadi reaksi pada bayi juga lebih kecil. Terusnya, beras juga rasanya relatif plain, jadi nyaru sama ASI sehingga memperkecil risiko penolakan dari bayi. Selain itu, rasanya yang plain ini konon katanya akan membantu bayi untuk 'doyan makan apa aja nantinya', karena dia ngga 'dilatih' picky dari awal. Beras-berasan untuk bayi juga kaya akan mikronutrient, soalnya melewati proses fortifikasi dulu dalam proses pembuatannya. 

Sebagai emak-emak sok peduli gizi anak, gue pastinya konsul ke DSA-nya Echo. Ngga cuman satu orang DSA, tapi sampe tiga orang DSA. Yang mana makin bikin gue pening soalnya pendapatnya beda-beda. Ada yang mengamini untuk beras-berasan, ada yang mengamini untuk buah-buahan.

Pesan moral: terlalu banyak nanya malah nambah pusing sendiri. 😔😔😔

Hasil gambar untuk too much info gif



Teruuusssss, gue pilih yang mana, dong?

Gue akhirnya memutuskan masuk ke...team buah-buahan. Karena waktu itu kebetulan gue lagi nginep di rumah emak gue dan di rumahnya lagi ada alpukat mentega. Yaudah gue jemek-jemek itu alpukat, gue kasih ASI, terus gue saring biar alussss. Gue waktu itu buatnya pake Pigeon Food Maker, my holy grail in MPASI world!

Hasil gambar untuk PIGEON FOOD MAKER

Foto pinjem dari sini.



Setelah alpukat, tiga hari berikutnya, gue mulai melakukan eksplorasi terhadap buah-buahan yang lain sebagai MPASI. Mulai dari pisang, melon, jeruk baby, pepaya, apel, pear, buah naga, dll. Yang gue suka dari MPASI buah-buahan adalah cara buat MPASI dari buah itu gampil banget, bahkan buat ibu jadi-jadian seperti gue. Cukup tumbuk buah sampe alus, saring sampai halus, terus campurin ASI deh. Gampil marumpil!

Kalo ditulis resepnya jadi kaya gini:

Bahan
Buah ....................... (isi sendiri buah pilihan anda)
ASI 20-50 ml (kalau bayinya ngga minum ASI, pake susu aja ya)

Alat
Pigeon Food Maker

Cara membuat
1. Haluskan buah ......... dengan penumbuk kayu
2. Saring buah sampai halus
3. Berikan ASI/susu, aduk rata
4. Suapin bayi, good luck!

Selain buah-buahan, seperti yang gue tulis di atas, beras-berasan juga jadi pilihan gue sebagai bahan MPASI. Kalau ngga salah, gue mulai mengenalkan beras-berasan 2 minggu setelah gue memulai MPASI buah. Jadi, kepusingan gue tentang buah vs beras rasanya kurang berfaedah ya. Secara selisih pemberiannya toh cuma 2 minggu ini, hahahaha.

Untuk beras-berasan, gue memilih beras cokelat, beras merah, dan beras putih. Konon katanya, beras cokelat sih yang paling bagus yaa kandungan gizinya. Tapi kembali lagi, demi membentuk anak yang tidak picky sama makanan, gue kenalin aja semuanya!

Cara mengolah beras-berasan juga cukup gampang. Kurang lebih sama seperti mengolah buah-buahan. Bedanya, gue mulai mengenalkan EVOO (extra virgin olive oil) seiring dengan gue mengenalkan beras-berasan ini.

Kurang lebih begini resepnya:

Bahan
Beras cokelat/merah/putih
ASI atau susu 20-30 ml
EVOO

Alat
Pigeon Food Maker

Cara membuat
1. Masak beras cokelat/merah/putih sampai lembut, lebih lembut dari memasak nasi untuk dewasa ya, banyakin airnya
2. Saring beras sampai halus, atau kalau mau boleh ditumbuk aja
3. Berikan 1 sendok EVOO
4. Tambahkan ASI/susu
5. Suapin bayi, good luck!

Sejauh itu, Echo cukup bersemangat dan doyan sama MPASI yang gue atau cus buat. Iyeee, cus yang lebih sering buatin Echo MPASI. Secara gue kerja kan yaa #pembelaan. Tapi, jadwal MPASI Echo, gue yang buat kok, dengan persetujuan DSA pastinya #pembelaan(2).



Berdasarkan pengalaman gue, ada beberapa tips MPASI yang bisa gue share:


MPASI untuk bayi usia 6 - 7 bulan (atau mulai usia 4 bulanan, di case-nya Echo)

Kenalkan bahan makanan tunggal terlebih dahulu. Misalnya lo mau ngenalin buah, ya satu jenis buah dulu. Misalnya nih ya, gue ngenalin alpukat ke Echo. Gue akan beri dia alpukat saja (selain tambahan ASI) selama 2-3 hari. Ini gunanya supaya anak familiar dulu sama rasa makanan yang lagi dikenalin. Plus, lebih gampang juga buat gue untuk mengamati apa ada reaksi alergi dari makanan yang gue kasih ke Echo.

Kalo yang dikasih beras-berasan? Ya kasih satu jenis juga. Beras cokelat ya beras cokelat aja. Beras merah ya beras merah aja. Jangan dicampur-campur.

Gue juga selalu menambahkan ASI di MPASI selama bulan pertama. Kan Echo sebelumnya cuma mengkonsumsi ASI aja ya. Jadi biar dia 'ngga kaget' sama rasa makanannya. Masih ada rasa yang familiar lah buat dia. Selain itu, ya juga untuk menjaga kecukupan asupan ASI. Gimanapun, makanan bayi di tahun pertama kan judulnya itu MPASI. Artinya makanan itu adalah pendamping ASI, thus, ASI-nya mesti tetep ada dong. Ohya, buat yang anaknya emang ngga minum ASI, bahan ASI bisa diganti susu yaa. Flexible azaa...

Untuk bahan makanan beras-berasan, gue juga selalu menambahkan EVOO ke MPASI Echo. Kenapa EVOO? Karena, berdasarkan literatur yang gue tumben-tumbenan baca, EVOO itu banyak banget manfaatnya buat bayi.

Yang pertama, EVOO itu kaya akan kandungan omega 3 dan omega 6. Yang mana, sangat diperlukan untuk tumbuh kembang bayi, khususnya perkembangan otak dan tulang bayi.

Yang kedua, EVOO itu mudah dicerna oleh bayi. Jadinya memperkecil kemungkinan bayi untuk terkena gangguan pencernaan seperti sembelit dan kolik.

Yang ketiga, EVOO itu dapat meningkatkan imunitas bayi. Ini buat gue penting banget, soalnya gue itu kan alergian banget yang ngebuat Echo otomatis punya bakat alergian juga. Makanya, gue pengen banget imunitas Echo bagus supaya ngga gampang kena sakit atau alergi. Gue ngga tau gimana pengaruhnya, tapi yang jelas, sampai di umurnya yang hampir 3 tahun ini Echo belum menunjukkan tanda-tanda kalo dia alergian. Semoga untuk seterusnya yaaa. Boleh minta aminnyaaa??

Yang paling penting dari MPASI di bulan pertama adalah kita harus inget kalau sebelumnya bayi hanya mengkonsumsi ASI atau susu saja. Yang artinya, bayi belum terlalu familiar dengan yang namanya tekstur makanan. Thus, kita harus membuat MPASI dengan konsistensi selembut dan secair mungkin. Tentunya harus tetep peduli dengan keutuhan gizinya ya. Inget, makin lama dan banyak makanan diproses, makin hilang kandungan gizinya.

Ilustrasi MPASI/ Foto: 20detik

Tekstur MPASI yang direkomendasikan sesuai usia bayi. Foto pinjem dari sini.




MPASI untuk bayi usia 7 - 8 bulan

Di rentang usia ini, gue mulai mengenalkan aneka sayur dan tahu tempe (protein nabati) ke Echo. Sayurannya mulai dari zuchini, kabocha, kentang, ubi, jagung, bayam, brokoli, kacang hijau, dll. Bulan ini juga gue masih tetep pake campuran ASI dan/atau EVOO di setiap makanannya. Yang membedakan adalah, gue mulai memakai dua bahan makanan sekaligus. Tentunya setelah gue memperkenalkan bahan makanan itu dengan sukses (tanpa reaksi alergi). Plus, konsistensi makanan di bulan ini sudah tidak secair dan sehalus konsistensi di bulan pertama. Yaah, lembut-lembut tapi udah mulai bertekstur gitu deh (?).

Ini ada beberapa resep favorit Echo yang bisa gue share:


Puree Kabocha dan Beras Cokelat

Bahan
Kabocha
Beras cokelat
ASI/susu 10 ml
EVOO

Alat
Kukusan
Pigeon Food Maker

Cara membuat
1. Masak beras cokelat sampai lembut, banyakin airnya
2. Saring sampai halus, tapi sudah ngga sehalus konsistensi di bulan pertama
3. Berikan 1 sendok EVOO dan ASI/susu di campuran beras
4. Kukus kabocha
5. Tumbuk dan saring kabocha sampai lembut, tapi tidak usah sampai terlalu halus\
6. Suapin bayi, good luck!


Puree Kentang dan Jagung Manis

Bahan
Kentang
Jagung manis
ASI/susu 10 ml
EVOO

Alat
Kukusan
Pigeon Food Maker

Cara membuat
1. Kukus kentang sampai matang, lalu lembutkan dengan penumbuk kayu, tidak usah sampai terlalu halus
2. Sisir jagung manis, kukus sampai matang, lembutkan dengan penumbuk kayu, again, tidak usah sampai terlalu halus
3. Campurkan tumbukan kentang dan jagung manis yang sudah lembut
4. Tambahkan ASI/susu dan 1 sendok EVOO
5. Suapin bayi, good luck!


Puree Tahu Sutera dan Beras Cokelat

Bahan
Tahu sutera 1 potong, kurang lebih ukuran 3 x 3 cm
Beras cokelat
ASI/susu 10 ml
EVOO

Alat
Kukusan
Pigeon Food Maker

Cara membuat
1. Masak beras cokelat sampai lembut, saring atau haluskan dengan penumbuk kayu
2. Kukus tahu sutera, haluskan dengan penumbuk kayu
3. Berikan 1 sendok EVOO dan ASI/susu di campuran beras
4. Suapin bayi, good luck!



MPASI untuk bayi usia 8 - 9 bulan

Di bulan ini, gue mulai mengenalkan daging ke Echo, yeay! Harapan gue tentunya Echo akan doyan daging, yang mana selain bagus untuk pertumbuhannya, biar dia makin mirip sama gue dan Abi yang tiap main ke Shaburi selalu bikin restonya nyaris bangkrut, huahahaha. Apa dikata, ternyata anak gue lebih doyan buah, sayur, dan tahu tempe dibanding daging-dagingan. Cih. Ngana anak siapa?

Gue juga mulai membuat kaldu dari daging-dagingan. Buatnya sekalian banyak, jadi lumayan buat nyetok. Kaldunya ditaroh di wadah yang bisa dibekuin. Gue sendiri pake wadah macem begini:


Hasil gambar untuk wadah kaldu mpasi

Foto pinjem dari sini.



Untuk kaldu ini, bisa dibekukan lho. Jadi kalo nanti-nanti pengen bikin MPASI dengan kaldu daging ayam, tinggal cemplungin aja kaldu bekunya. Untuk daging ayam, bisa diganti dengan daging sapi juga. Jumlah daging sapinyamenyesuaikan ya.

Untuk bulan ini juga, tekstur makanan yang gue kasih ke Echo juga udah semakin kasar. Lebih mirip bubur alus gitu deh, bukan yang terlalu puree lembut lagi. Jadi di bulan ini gue juga udah mulai mengkaryakan Takahi Slow Cooker gue, my number 2 holy grail di dunia MPASI.

Hasil gambar untuk takahi slow cooker

Foto pinjem dari sini.


Berikut ada beberapa resep yang bisa gue share:


Kaldu daging ayam

Bahan
1/2 ekor ayam kampung
7 buah ceker ayam
1 L air
3 lembar daun salam
2 batang seledri, diiris kecil-kecil

Alat
Panci

Cara membuat
1. Rebus ayam kampung dan ceker dalam 1 L air, sampai tersisa 3/4-nya
2. Tambahkan daun salam dan seledri, rebus lagi selama 20 menit
3. Saring dan dinginkan kaldu
4. Tempatkan kaldu di wadah


Bubur Daging Ayam, Tahu Sutera, dan Beras Putih

Bahan
Daging ayam giling
Tahu sutera 1 potong, kurang lebih ukuran 3 x 3 cm
Beras putih
EVOO

Alat
Kukusan
Pigeon Food Maker

Cara membuat
1. Masak beras putih sampai lembut, haluskan sedikit dengan penumbuk kayu
2. Kukus tahu sutera, haluskan sedikit dengan penumbuk kayu
3. Kukus daging ayam giling, haluskan dengan penumbuk kayu
4. Campur adonan beras putih, tahu sutera, dan ayam kemudian berikan 1 sendok EVOO
5. Suapin bayi, good luck!

Ohya, kalau mau lebih praktis, bisa masak pake Takahi Slow Cooker. Lebih lama dieminnya, tapi jadi bisa ditinggal tidur.

Cara membuat
1. Masukkan daging ayam giling, tahu sutera, beras putih, dan air ke dalam slow cooker
2. Masak semaleman, atau minimal selama 4-6 jam. Kalo gue sih biasanya masak jam 10 malem, begitu subuh baru gue matiin slow cooker-nya
3. Begitu mencapai tingkat kematangan yang diinginkan, matikan slow cooker, saring makanannya
4. Suapin bayi, good luck!


Bubur Daging Sapi, Jagung, dan Beras Putih

Bahan
Daging sapi giling
Jagung manis
Beras putih
EVOO

Alat
Takahi Slow Cooker

Cara membuat
1. Masukkan daging sapi giling, jagung manis, beras putih, dan air ke dalam slow cooker
2. Masak semaleman, atau minimal selama 4-6 jam
3. Begitu mencapai tingkat kematangan yang diinginkan, matikan slow cooker, saring makanannya
4. Suapin bayi, good luck!


Intinya sih, MPASI di bulan ini udah mulai bisa kreatif. Tinggal kita aja pinter-pinter mix and match bahan makanannya. Ini ada beberapa kombinasi makanan yang gue pernah coba dan Alhamdulillah, Echo doyan.

- Beras + bayem + jagung
- Beras + jagung + ati ayam
- Beras + kabocha + daging sapi
- Beras + jagung + salmon
- Kentang + jagung + kaldu ayam
- Kentang + jagung + wortel + kaldu ayam



MPASI untuk bayi usia 9 - 10 bulan

Di bulan ini, gue mulai mengenalkan roti dan telur ke Echo. Yang mana, gue pake telur ayam kampung dulu secara dulu gue sempet punya alergi sama telur ayam negeri. Roti juga gue kenalin yang roti gandum dulu. Seperti biasa, semakin lama, tekstur makanan yang gue buat juga semakin kasar. Udah mulai jadi bubur yang alus deh.

Selain itu, gue juga mulai mengenalkan dessert ke Echo. Yang gue buat biasanya puding, karena gampang dan anak gue yang sweet tooth ini cenderung doyan dan nagih.

Berikut ada beberapa resep yang bisa gue share:


Bubur Beras Putih, Kuning Telur, Jagung Manis, dan Kaldu Ayam

Bahan
Beras putih
1 buah kuning telur
Jagung manis
Kaldu ayam
EVOO

Alat
Takahi Slow Cooker

Cara membuat
1. Masukkan semua bahan dan air ke dalam slow cooker
2. Masak semaleman, atau minimal selama 4-6 jam
3. Begitu mencapai tingkat kematangan yang diinginkan, matikan slow cooker, saring makanannya (kalau perlu)
4. Suapin bayi, good luck!


Puding Pisang

Bahan
1 buah pisang cavendish
ASI/susu
1 buah telur ayam kampung
Air secukupnya

Alat
Wadah puding
Kukusan

Cara membuat
1. Haluskan pisang sampai lembut
2. Masukan adonan pisang, ASI/susu, telur ayam kampung, dan air ke wadah, campur sampai merata dan halus
3. Kukus selama 20 menit
4. Suapin bayi, good luck!

Puding Buah Naga

Bahan
1 buah naga merah
ASI/susu
1 buah telur ayam kampung
Air secukupnya

Alat
Wadah
Kukusan

Cara membuat
1. Haluskan buah naga sampai lembut
2. Masukan adonan buah naga, ASI/susu, telur ayam kampung, dan air ke wadah, campur sampai merata dan halus
3. Kukus selama 20 menit
4. Suapin bayi, good luck!



MPASI untuk bayi usia 10 - 12 bulan

Di dua bulan ini, kurang lebih apa yang gue kenalin sama ya, baik dari segi bahan makanan maupun tekstur. Untuk bahan makanan, gue udah mulai mengenalkan pasta, unsalted butter, dan keju ke bocah. Pastanya, ofkors, gue masih pake yang gluten free. Sementara untuk tekstur, udah kasar banget, walaupun masih belum setingkat table food. Selamat datang di dunia nyata, nak!

Berikut resep yang pernah gue kasih ke Echo dan dia doyan:


Pasta Daging Sapi, Jagung Manis, dan Keju

Bahan
Pasta gluten free
Daging sapi giling
Jagung manis
Unsalted butter
Keju
ASI/susu 20 ml

Alat
Wajan
Panci

Cara membuat
1. Rebus pasta sampai lembut, lebih lembut dari 'al dente' untuk orang dewasa, kemudian potong kecil-kecil atau haluskan (jangan sampai terlalu halus)
2. Panaskan unsalted butter di wajan, tumis daging sapi giling dan jagung manis sampai matang
3. Lelehkan keju, campurkan dengan ASI/susu
4. Masukan campuran keju dan ASI/susu ke tumisan, tumis sampai matang, kurang lebih selama 5 menit
5. Masukan pasta yang sudah dipotong atau dihaluskan ke tumisan, masak lagi kurang lebih selama 5 menit
6. Matikan api sambil terus diaduk-aduk selama 2 - 3 menit
7. Suapin bayi, good luck!


Pasta Salmon, Jagung Manis, Brokoli, dan Keju

Bahan
Pasta gluten free
Daging salmon
Jagung manis
Brokoli
Unsalted butter
Keju
ASI/susu 20 ml

Alat
Wajan
Panci

Cara membuat
1. Rebus pasta sampai lembut, lebih lembut dari 'al dente' untuk orang dewasa, kemudian potong kecil-kecil atau haluskan (jangan sampai terlalu halus)
2. Panaskan unsalted butter di wajan, tumis daging salmon, brokoli (yang sudah dipotong kecil-kecil), dan jagung manis sampai matang
3. Lelehkan keju, campurkan dengan ASI/susu
4. Masukan campuran keju dan ASI/susu ke tumisan, tumis sampai matang, kurang lebih selama 5 menit
5. Masukan pasta yang sudah dipotong atau dihaluskan ke tumisan, masak lagi kurang lebih selama 5 menit
6. Matikan api sambil terus diaduk-aduk selama 2 - 3 menit
7. Suapin bayi, good luck!



Gimanaaa? Gampang semua kaaaan? Kalo emak lodoh macem gue bisa, kalian pasti bisa. Target gue sendiri di dunia MPASI ngga terlalu muluk. Yang pertama, tumbuh kembang anak gue terjaga. Secara, tujuan Echo dikasih 'MPASI dini' kan emang supaya pertumbuhan berat badannya tetep terjaga. Untuk tujuan ini, tentunya gue harus pinter-pinter ngatur makanan apa aja yang gizinya bagus buat si bocah.

Target yang kedua, anak gue ngga picky sama makanan. Supaya dia gampang diajak makan ke mana aja. Supaya bisa bertahan di dunia nyata ini ((ELAH)). Untuk itu, gue harus mengenalkan sebanyak mungkin bahan makanan ke Echo. Even, yang gue sebenernya ngga terlalu doyan. Sapatau kan ya, anak gue doyan. Selama gizinya oke dan ngga ada reaksi alergi, terabaaaassss!!!

Target yang ketiga, anak gue mau mangap pas disuapin makanan. Ini nih, sebenernya yang paling penting, biar gue dan cus kaga stress. Namanya anak susah makan itu kan cikal bakal uban dan keriput di wajah. Benar atau betul, buibu? Oleh karena itu, terkadang gue harus menyerah sama yang namanya MPASI instant. Selama bisa mencukupi kebutuhan nutrisi anak gue. Selama halalan toyiban. Sini kalian, Milna, Promina, Heinz, Gerber, kita pelukan dulu!

Kapan-kapan gue share yaa, jadwal MPASI Echo jaman dulu. Mesti gue cari dulu, secara jadwal MPASI itu kayanya gue buat...errr... 2 taun yang lalu. 😝

Kalo ada yang mau tanya-tanya, boleh colek di kolom komentar atau Instagram gue @ayasso yaaaa! 

Selamat weekend, semuanya! Jangan lupa bahagia!

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS